Tips Merayu Anak Agar Bersedia Belajar Mengaji

Anak merupakan aset penting bagi semua orangtua. Di pundaknya masa depan dan harapan indah tergantung, sebagai generasi penerus cita-cita. Maka sesibuk dan serepot apapun, memprioritaskan pendidikan anak terutama hal agama itu perlu, agar tidak menyesal nanti saat telah tiada.

Mendidik selayakny dengan kelembutan, kesabaran tidak otoriter, mengerti situasi dan kondisi anak. Itu tidak hanya akan memperparah keadaan. Hal ini juga berlaku pada saat ingin mengajari mereka belajar mengaji. Tidak memaksakan kehendak begitu saja, tanpa mau menyelami pribadinya. Dan berikut tips bagaimana cara merayu anak agar bersedia belajar mengaji.


6 Tips Merayu Anak Agar Bersedia Belajar Mengaji

1] Jadilah Contoh Yang Baik
Sebagai orangtua bila ingin nasihatnya didengarkan oleh anak-anaknya, jadilah contoh yang baik buat mereka semua. Jangan sampai Anda berbicara dan menyuruh anak-anak mengaji, sementara Anda sendiri malas beribadah ke pergi ke masjid mendengarkan tausiah. Apakah mungkin akan efekfif perintah Anda dan dilaksanakan? Yuk, mulai sekarang ubah kebiasaan buruk ini. Jadilah contoh yang bagus buat anak-anak.

2] Tanamkan Pengertian Mencari Ilmu
Tanamkan pengertian pentingnya mencari ilmu adalah kewajiban seluruh umat manusia di bumi, tanpa memandang status, jenis kelamin dan kedudukannya. Menjadi wajib dan tak bisa ditolak oleh siapa saja. Beri contoh azab yang harus diterima oleh umat, bila lalai tidak menuntut ilmu.

3] Beritahu Tentang Manfaat Mengaji
Setelah menanamkan tentang pengertian mencari ilmu, maka hal selanjutnya yaitu soal manfaat bila pergi mengaji yang bisa diperoleh. Beri contoh-contoh kecil dan bersifat ringan, sehingga mudah dicerna pada pemikirannya sebagai anak. Jangan memberi contoh berat di mana dia tidak paham sama sekali dan justru menyulitkan dipratikkan secara nyata.

4] Pahami Suasana Hati Anak
Anda tidak bisa selamanya dapat memaksakan kehendak, sehubungan perintah mengaji tersebut. Akan lebih baik bila Anda sedikit mengalah, dengan mencari celah ajaran ini dapat masuk. Yaitu dengan memahami kebutuhannya, mau mengerti masalah atau kesulitan yang tengah dihadapi. Jangan pernah menjadi orangtua yang egois, yang sukanya memaksakan kehendak pada anak meskipun itu soal kebaikan. Misalnya jangan mencampur-adukkan antara waktu bermain dan belajar. Yang ada justru si Anak marah, jengkel dan protes. Bukannya mematuhi perintah namun justur membangkang dan melawan, dikarenakan timingnya tidak sesuai saat memintanya pergi mengaji.

5] Sediakan Aplikasi Pendukung
Sekarang mengajari anak mengaji sudah tidak sesulit pada waktu dulu, di mana seseorang harus mendatangi masjid atau ustdz untuk menimba ilmu. Semakin canggihnya jaman maka semakin canggih pula kemajuannya. Untuk anak yang gemar bahkan kecanduan gadged, manfaatkanlah momen tersebut demi kebaikan dirinya. Caranya dengan memberi mereka aplikasi cara belajar mengaji. Di aplikasi tersebut banyak tersedia metode pembelajaran yang sangat mudah dipahami oleh sang anak. Tugas Anda mendampingi dan memberi penjelasan jika mereka tidak tahu. Jangan sampai mereka belajar sendiri tanpa pendampingan dari orangtuanya.

6] Beri Reward
Jangan terlalu pelit pada anak, jika sang anak dirasa mampu membuat prestasi bagus dengan rajin mengaji dan mendapat predikat di sekolahnya. Beri reward misalnya membelikan benda yang sudah lama ia incar, namun belum berhasil diwujudkan. Dengan membelikannya sebagai hadiah, diharapkan anak akan mengerti arti pentingnya berkerja keras dalam hidup, bahwa jika ingin mendapatkan sesuatu harus berusaha, seperti contohnya dengan tekun belajar mengaji ke masjid dan sekolah
Banner iklan disini